Belum terlambat…
Menurut saya sekarang bukanlah hal mudah bagi partai-partai untuk memperdaya masyarakat, kalau memberdayakan ok lah. Bukan rahasia umum lagi ketika gerbang reformasi dibuka lebar, macan-macan politik yang dulunya terlihat seram dan angkuh layaknya monster yang mengklaim memiliki dukungan akar rumput ternyata tidak ada apa-apanya. Ungkapan ataupun issue yang mereka keluarkan dengan mengatas namakan rakyat banyak hanyalah omong kosong yang tidak terbukti.
Kita bisa lihat secara langsung, retorika politik yang mereka gelindingkan tidak berujung, bahwa kenyataannya mereka tidak memiliki dukungan apa-apa dari masyarakat adalah lumrah, karena sesungguhnya ikatan mereka dengan masyarakat hanyalah ikatan moral dan ikatan uang dan ikatan janji-janji palsu.
Belum terlambat… adalah kata-kata yang tepat dan presisi atas apa yang terjadi pada iklim politik di indonesia, ya belum terlambat untuk mereka-mereka yang berada dalam lingkaran politik praktis itu untuk berbenah diri. sekarang saat yang tepat bagi mereka untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka bisa bersama-sama memakmurkan bangsa dan bukan bersama-sama saling jatuhkan atau bahkan bersama-sama menipu bangsa. Tulisan komentar ini mungkin mewakili kita semua yang sudah muak dengan tipuan politik sesaat yang membohongi rakyat. Ayoo… para politikus tunjukkan etika kalian dan martabat kalian dengan setidaknya jujur dan amanah dalam berpidato, bertugas, mengabdi kepada negara dan bangsa Indonesia.
Kalau tidak sekarang kapan lagi kita mulai berbenah kearah yang baik?!!!
#Zul
Key fingerprint = C374 0FC5 69A6 FBB1 4AED B131 15D6 8804 CA6C DFBZ
Sumber:

Jakarta – Wacana koalisi PDIP dan Golkar bergulir. Namun banyak kalangan menilai, koalisi antara dua partai besar itu sulit terwujud. Lalu bagaimana dengan koalisi PDIP dan Partai Demokrat.
“Sebenarnya bisa-bisa saja terjadi meski PDIP adalah partai oposisi pemerintah. Kalau ada kepentingan partai, itu nggak ada masalah,” kata pengamat politik Maswadi Rauf kepada detikcom, Sabtu (30/8/2008).
Dosen Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, kendala lobi-lobi tidak akan terjadi pada koalisi PDIP dan Demokrat. “Hanya paling keinginan partai saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menantang partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu berkoalisi. Menurutnya, Demokrat siap berkoalisi dengan partai apapun yang mengutamakan Bhineka Tunggal Ika.
Maswadi juga menganggap koalisi Golkar-PDIP sangat sulit terjadi. Hal itu, kata dia, karena keduanya adalah partai besar.
“Bagaimana bisa koalisi, PDIP dan Golkar sama-sama besar. PDIP penentang pemerintah dan Golkar pendukung pemerintah. Saya kira sulit,” katanya.(ken/ken)